Rabu, 10 Februari 2016

sajakku untuk mimpiku yang kini hanya butuh kucintai



Sajak Bulir Cinta

Aku. Dan hanya aku yang akan mengisi kisah-kisah di catatan ini.
Aku. Dan aku yang tengah bimbang denganku yang memang sudah biasa terjadi pada keputusan kecil ataupun besar. Dan kini aku yang mengingat tragedi kemarin dimana ak akan mengkhianati cintaku.
Dan kini yang aku pikirkan, ketika nantinya aku benar-benar berpaling, apakah kemudian aku akan merasakan yang dinamakan orang cinta lama bersemi kembali ?
Aku mencintai ini semenjak dulu, ini adalah gebetanku sejak dua tahun lalu. Apakah saat aku mendapatkannya dengan tanpa syarat dan cukup mencintainya dengan menerima kekurangannya, aku tak mampu ? Apakah aku terlalu khawatir jika ini nantinya tak cukup membuatku bahagia ?
Terserah ketika mereka yang selama ini membuatku semakin mencintai ini, justru mereka akan meninggalkan kita hanya sebagai aku yang sedang berusaha mempertahankan cinta ini.
Mengapa banyak sekali pihak yang menentang cinta ini ? Cinta antara aku padamu untuk mereka. Cintaku padamu seperti menanti pucuk-pucuk benih padi menjadi bulir-bulir putih air mata ibu pertiwi.
Aku sempat merasa ragu untuk tetap mencintai ini. Aku sempat merasa khawatir tidak akan behagia dengan ini. Tapi aku akan mencoba meminta petunjuk untuk kisah cinta kita.
Mereka mencintaimu karena alasan dan alamiah. Aku mencintaimu seperti seorang mualaf yang akhirnya menemukan muara peraduan yang selama ini kubutuhkan, selama ini kuinginkan.
Aku mencintaimu sebelum mereka tahu tentangku. Aku memang manusia lancang yang mencintaimu tanpa aku tahu siapa dirimu. Yakinlah dengan cinta ini, aku akan tahu siapa dirimu.
Demi bulir keringat mereka yang mengeras menjadi bulir kehidupan semua umat. Entah apa yang nantinya akan aku perbuat untuk membuktikan cintaku padamu, tapi aku akan lakukan. Segera. Jangan tanyakan dengan apa yang akan aku lakukan. Aku tak mau cintaku diumbar.
Hingga air mataku mengalir untuk hari ini, ini semua karena merka meragukan cintaku padamu dan berhasil memnuatku goyah dengan cinta yang selama ini kupertahankan.
Aku ingin mencintaimu dengan murni. Walau aku berada di tempat yang mereka ragukan, aku akan buktikan nantinya aku akan berada di tempat bersama mereka yang cemerlang atau menjadikan tempat ini tempat yang layak untuk siapapun yang mencintai semacam kau dengan tulus.

Jika semua ini tak cukup membuktikan cintaku padamu, aku akan tunjukan. Ingatkah kau tentang puisi itu yang menjadi kenyataan ? Biarlah hanya satu yang kutunjukan padamu, biarlah kau berpikir.

#AGROTEKNOLOGI_MY_SPIRIT insyaallah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar