Sajak Bulir Cinta
Aku. Dan hanya aku yang akan mengisi kisah-kisah di catatan
ini.
Aku. Dan aku yang tengah bimbang denganku yang memang sudah
biasa terjadi pada keputusan kecil ataupun besar. Dan kini aku yang mengingat
tragedi kemarin dimana ak akan mengkhianati cintaku.
Dan kini yang aku pikirkan, ketika nantinya aku benar-benar
berpaling, apakah kemudian aku akan merasakan yang dinamakan orang cinta lama
bersemi kembali ?
Aku mencintai ini semenjak dulu, ini adalah gebetanku sejak
dua tahun lalu. Apakah saat aku mendapatkannya dengan tanpa syarat dan cukup
mencintainya dengan menerima kekurangannya, aku tak mampu ? Apakah aku terlalu
khawatir jika ini nantinya tak cukup membuatku bahagia ?
Terserah ketika mereka yang selama ini membuatku semakin
mencintai ini, justru mereka akan meninggalkan kita hanya sebagai aku yang
sedang berusaha mempertahankan cinta ini.
Mengapa banyak sekali pihak yang menentang cinta ini ? Cinta
antara aku padamu untuk mereka. Cintaku padamu seperti menanti pucuk-pucuk
benih padi menjadi bulir-bulir putih air mata ibu pertiwi.
Aku sempat merasa ragu untuk tetap mencintai ini. Aku sempat
merasa khawatir tidak akan behagia dengan ini. Tapi aku akan mencoba meminta petunjuk untuk kisah cinta kita.
Mereka mencintaimu
karena alasan dan alamiah. Aku mencintaimu seperti seorang mualaf yang akhirnya
menemukan muara peraduan yang selama ini kubutuhkan, selama ini kuinginkan.
Aku mencintaimu sebelum mereka tahu tentangku. Aku memang
manusia lancang yang mencintaimu tanpa aku tahu siapa dirimu. Yakinlah dengan
cinta ini, aku akan tahu siapa dirimu.
Demi bulir keringat mereka yang mengeras menjadi bulir
kehidupan semua umat. Entah apa yang nantinya akan aku perbuat untuk
membuktikan cintaku padamu, tapi aku akan lakukan. Segera. Jangan tanyakan
dengan apa yang akan aku lakukan. Aku tak mau cintaku diumbar.
Hingga air mataku mengalir untuk hari ini, ini semua karena
merka meragukan cintaku padamu dan berhasil memnuatku goyah dengan cinta yang
selama ini kupertahankan.
Aku ingin mencintaimu dengan murni. Walau aku berada di
tempat yang mereka ragukan, aku akan buktikan nantinya aku akan berada di
tempat bersama mereka yang cemerlang atau menjadikan tempat ini tempat yang
layak untuk siapapun yang mencintai semacam kau dengan tulus.
Jika semua ini tak cukup membuktikan cintaku padamu, aku
akan tunjukan. Ingatkah kau tentang puisi itu yang menjadi kenyataan ? Biarlah
hanya satu yang kutunjukan padamu, biarlah kau berpikir.
#AGROTEKNOLOGI_MY_SPIRIT insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar